Brigjen TNI Antoninho Rangel Da Silva, S.IP., M.Han Hadir sebagai Motivator Utama dalam Forum Kebangsaan
- Redaksi
- Jumat, 14 Agustus 2026 07:21
- 22 Lihat
- TNI
Bandung, Aula Muhammad Toda Kodiklatad menjadi pusat perhatian publik ketika BRIGJEN TNI Antoninho Rangel da Silva, S.IP., M.Han tampil sebagai motivator utama dalam gelaran Forum Kebangsaan yang berlangsung penuh antusiasme dan semangat persatuan. Acara ini mengusung tema besar yang relevan dengan dinamika bangsa saat ini: “Kesadaran Bela Negara Merupakan Pondasi Dasar Menuju Indonesia Emas.” Kamis (13/8/2026).
Forum Kebangsaan ini merupakan bagian dari Program Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Si, yang saat ini menjadi program unggulan Pusterad dalam memperkuat karakter kebangsaan di seluruh lapisan masyarakat. Kegiatan ini menghadirkan para narasumber lintas profesi yang memiliki pengaruh besar dalam pembentukan karakter bangsa, di antaranya:
Danpusterad, Letjen TNI Mochamad Syafei Kasno, Dankodiklatad, Pangkogabwilhan I, AA Gym / Abdullah Gymnastiar, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Dr. Drs.Herman Suryatman M.Si., Guru Besar Unjani, Prof. Dr. Heni Nurani Hartikayanti, SE., MSi., Ak., CA
Kehadiran para tokoh tersebut memperkuat nilai kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, akademisi, dan tokoh masyarakat dalam membangun kesadaran bela negara yang lebih luas dan aplikatif.
Dalam sesi motivasi, Brigjen TNI Antoninho Rangel da Silva menegaskan bahwa bela negara bukan hanya tugas aparat pertahanan, tetapi merupakan energi moral seluruh rakyat Indonesia untuk menjaga persatuan, ketahanan, dan masa depan bangsa. Ia menekankan bahwa kesadaran bela negara harus diwujudkan melalui tindakan nyata: disiplin, integritas, kepedulian sosial, serta kontribusi aktif dalam pembangunan nasional.
Sementara itu, Danpusterad dalam sambutannya menyoroti pentingnya nilai bela negara dalam perspektif era milenial, di mana tantangan bangsa tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga ideologis, digital, dan sosial. Nilai bela negara harus hadir dalam perilaku sehari hari dan menjadi identitas generasi muda Indonesia.
Acara ini dihadiri oleh 526 peserta yang berasal dari berbagai unsur masyarakat, antara lain: tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, LSM, mahasiswa dan pelajar.
Antusiasme peserta menunjukkan bahwa semangat kebangsaan masih menjadi kekuatan utama dalam menjaga keutuhan NKRI.
Forum ini menjadi wadah strategis untuk menyatukan visi dan komitmen seluruh elemen bangsa dalam menyongsong Indonesia Emas 2045—Indonesia yang maju, kuat, berdaya saing, dan berkarakter. Melalui kolaborasi lintas sektor, nilai bela negara diharapkan semakin mengakar dan menjadi fondasi moral dalam menghadapi tantangan global.
(*)